Jepang Impor Kembali Minyak Mentah Rusia

- 5 Maret 2023, 23:49 WIB
Ilustrasi - Pelabuhan terminal ekspor impor
Ilustrasi - Pelabuhan terminal ekspor impor /Karawangpost/Pixabay/hpgruesen



KARAWANGPOST - Jepang telah melanjutkan impor minyak Rusia setelah jeda delapan bulan dalam pengiriman.

Menurut data awal impor minyak mentah yang dirilis kementerian pada 28 Februari, Jepang menerima 747.706 barel minyak mentah pada Januari dari proyek minyak dan gas Sakhalin-2 di Timur Jauh Rusia. 

Pengiriman dilakukan oleh Taiyo Oil Jepang, yang juru bicaranya mengatakan kargo tersebut merupakan bagian dari volume minyak mentah yang tersisa di bawah kontrak 2022.

Baca Juga: Pemerintah Upayakan Tidak Ada Hambatan untuk Ekspor Produk Hortikultura

Pengiriman Januari adalah yang pertama sejak lebih dari 650.000 barel minyak mentah Rusia yang diimpor Jepang Mei lalu. 

Akhir tahun lalu, Jepang bergabung dengan batasan harga impor minyak Rusia sebagai bagian dari upaya terkoordinasi untuk menurunkan pendapatan minyak Rusia yang diajukan oleh sekutu lama Jepang, AS, dan didukung oleh G7, UE, dan Australia. 

Namun, Tokyo mengecualikan impor minyak dari proyek Sakhalin-2 dari batas tersebut, menyatakan bahwa langkah tersebut akan membahayakan keamanan energi negara.

Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin Sampaikan Enam Langkah Perkebunan Sawit Berkelanjutan

Selain minyak, Sakhalin-2 memasok Jepang dengan gas alam cair (LNG), yang menyumbang sekitar 9% dari total impor LNG Jepang dan 3% dari pasokan listriknya. 

Bulan lalu, presiden Asosiasi Perminyakan Jepang, Shunichi Kito, mengatakan negara itu dapat melanjutkan impor minyak dari proyek tersebut jika dianggap perlu untuk memastikan pasokan LNG tidak terputus. 

Baca Juga: Sebanyak 24,8 Ton Minyak Goreng Curah Tidak Sesuai Aturan Berhasil Amankan

Menurut kementerian ekonomi, proyek Sakhalin-2 mungkin harus menghentikan produksi dan pencairan gas jika reservoir minyak di lokasi tersebut terlalu penuh, yang dapat terjadi jika penangguhan pengiriman menyebabkan minyak mentah tidak dikeluarkan.

Namun, alasan di balik pengabaian batas atas minyak Sakhalin-2 mungkin tidak semata-mata disebabkan oleh masalah teknis. 

Menyusul pengenalan batas harga, pejabat Rusia telah berulang kali memperingatkan bahwa negara-negara yang mengadopsi tindakan tersebut mungkin akan terputus dari minyak Rusia sama sekali.***

Editor: M Haidar

Sumber: Berbagai Sumber


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah