Aksi Vandalisme Kritik Pemerintah, KARAWANG MISKIN 2021

- 13 Oktober 2021, 18:33 WIB
Aksi Protes Pemasangan Spanduk di beberapa titik Kota Karawang
Aksi Protes Pemasangan Spanduk di beberapa titik Kota Karawang /WAG/FJK/

KARAWANGPOST - Sejumlah spanduk dipasang dibeberapa penjuru kota Kabupaten Karawang sebagai bentuk aksi kritik pemerintah terkait kemiskinan ekstrem di Kabupaten Karawang.

Spanduk tersebut sebagai ungkapan lemahnya pemerintah Karawang dalam mengentaskan kemiskinan di Karawang, kendati Karawang telah menyandang sebagai kota industri.

Karawang telah menyandang status wilayah yang miliki penduduk miskin ekstrem dengan total jumlah penduduk sebanyak 4,51 persen atau 106.780 jiwa.

Baca Juga: Pemerintah Tidak Komitmen Terkait Impor Beras

Melalui aksi tersebut dinilai pemerintah Karawang tidak berkomitmen melakukan upaya terhadap keadilan dan kesejahteraan rakyat.

Terkesan Pemerintah Karawang hanya melakukan kegiatan-kegiatan sebagai pencitraan semata, saat pemerintah melakukan program pro rakyat maka hasilnya akan tanpak.

Hal tersebut disampaikan Rudi Setiawan Ketua Forum Jurnalis Karawang, Rabu 13 Oktober 2021, bahwa pemerintah Karawang hingga saat ini tidak maksimal dalam menjalankan program-program yang pro terhadap rakyat.

Baca Juga: Kritik Baim Wong Soal Kasus Marahi Kakek Suhud, dr.Tirta: Itu Resiko dari Konten Bagi-Bagi Uang

"Sangat mendukung aksi tersebut, biar pemerintah fokus terkait pekerjaan utamanya yakni membangun masyarakat Karawang yang sejahtera melalui program pro rakyat," jelas Rudi.

Sederet permasalah yang hingga hari ini belum juga terselesaikan, seperti maraknya kasus pungli bansos dibeberapa Kecamatan di Karawang.

Diantaranya, kasus dugaan pemotongan bansos tunai Desa Telagasari dan bantuan keluarga harapan di Balonggandu, yang hingga saat ini tidak ada penyelesaian secara serius.

Baca Juga: Arahan Presiden, Antisipasi Peningkatan Covid-19 pada Libur Natal dan Tahun Baru

Kabupaten Karawang memiliki kawasan industri terbesar se Asia Tenggara namun sangat disayangkan serepan tenaga kerja sangat rendah.

Jawa Barat mengalami dua disrupsi saat ini, disrupsi indudtri 4.0 dan disrupsi Covid-19, antara lain tingginya angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan SMK, dan  cakupan vaksinasi Covid-19.

Baca Juga: Vaksinasi Dosis Pertama Tembus 100 Juta Penduduk Indonesia

Kabupaten Karawang salah satu wilayah yang sedang mengalami dua disrupsi tersebut, rendahnya serapan tenaga kerja lulusan SMK meski Karawang sebagai kota industri.

Selanjutnya, rendahnya cakupan vaksinasi lansia dari target yang ditargetkan pemerintah sebesar 40 persen, Karawang baru mencapi 37,5 persen kurang 2,5 persen.

Hal itu yang mendorong kembali Kabupaten Karawang ditetapkan sebagai status level 3 PPKM, sejumlah aturan pemerintah pusat pun harus dijalankan, seperti pembatasan kerumunan dan pembatasan tempat wisata.***

Editor: M Haidar


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X