Kemenhub Minta Pengguna Jasa Angkutan Harus Lebih Selektif

- 13 Mei 2024, 14:27 WIB
Mobil derek berusaha mengevakuasi bus yang terlibat kecelakaan di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024).
Mobil derek berusaha mengevakuasi bus yang terlibat kecelakaan di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024). /ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/

KARAWANGPOST - Para pengguna jasa angkutan diminta untuk dapat lebih selektif dalam memilih kendaraan bus yang akan digunakan.

Hal itu disampaikan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Hendro Sugiatno menanggapi peristiwa kecelakaan Bus Trans Putera Fajar di Ciater, Subang, Jawa Barat yang membawa rombongan SMK Lingga Kencana Depok terjadi pada hari Sabtu, 11 Mei 2024.

Kemenhub juga menegaskan pentingnya setiap Perusahaan Otobus (PO) melakukan uji berkala armada dan mengimbau penggunaan sabuk keselamatan pada angkutan umum demi mengurangi tingkat fatalitas kecelakaan.

Baca Juga: Kemendikbudristek Minta Pemerintah Daerah dan Satuan Pendidikan Prioritaskan Keselamatan Siswa

Baca Juga: Negara Diminta Harus Campur Tangan Atasi Masalah Pendidikan di Indonesia

"Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah kecelakaan yang menimpa rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok di Subang yang diduga akibat rem blong pada bus. Berdasarkan informasi terkini, jumlah korban jiwa sebanyak 11 orang yang terdiri dari 6 perempuan dan 5 laki-laki serta jumlah korban luka berat sebanyak 12 orang dan luka ringan sebanyak 20 orang," ungkapnya sebagaimana dikutip InfoPublik pada Senin, 13 Mei 2024.

Hendro mengingatkan kembali agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan harga murah yang ditawarkan oleh perusahaan jasa angkutan.

"Harus dapat dipastikan mengenai surat izin opersional kendaraan, status uji KIR kendaraan, kondisi pengemudi, serta penyediaan tempat istirahat yang layak bagi para pengemudi," ucapnya.

Pasalnya, Kemenhub menyatakan bahwa Bus Trans Putera Fajar pada aplikasi Mitra Darat tercatat tidak memiliki izin angkutan, dan status lulus uji berkala (BLU-e) berlaku hingga 6 Desember 2023.

Halaman:

Editor: M Haidar

Sumber: Kemenhub


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah