KPK Lakukan Pemeriksaan kepada Sekjen DPR RI Terkait Kasus Dugaan Korupsi

- 15 Mei 2024, 13:56 WIB
Sekjen DPR Indra Iskandar klaim telah sampaikan seluruh keterangan ke penyidik KPK.
Sekjen DPR Indra Iskandar klaim telah sampaikan seluruh keterangan ke penyidik KPK. /Pikiran Rakyat/Asep Bidin Rosidin/

KARAWANGPOST - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Indra Iskandar, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi pengadaan perlengkapan di rumah jabatan DPR.

Indra, diperiksa penyidik selama dua jam dan menyatakan telah memberikan keterangan sesuai yang ditanyakan penyidik berdasarkan pengetahuannya.

“Jadi pada intinya, saya sudah sampaikan semua tentang pengetahuan saya terkait fakta-fakta yang saya ketahui,” kata Indra, kepada media, Rabu 15 Mei 2024.

Baca Juga: Ini Penjelasan Komisi I DPR RI Terkait Larangan Konten Jurnalistik Investigasi di RUU Penyiaran

Baca Juga: Menag Minta Jemaah Haji Menjaga Kondisi Fisik selama di Arab Saudi

Dari Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Indra keluar dari ruang penyidik sekitar pukul 11.50 WIB, Selasa 15 Mei 2024.

Menurut Indra, dirinya meyakini bahwa KPK akan bertindak profesional dalam mengusut perkara dalam kasus korupssi tersebut.

“Saya yakin penyidik KPK akan bekerja Profesional,” ungkapnya.

Diketahui, Indra hadir di gedung KPK, Jakarta Selatan, pada pukul 09.30 WIB. Indra terlihat mengenakan kemeja putih dengan celana hitam.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan Indra akan diperiksa sebagai saksi. Namun dirinya belum menjelaskan detail konfirmasi yang dibutuhkan dari Indra.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi,” kata Ali, kepada media.

Saat ini, KPK mengusut kasus dugaan korupsi terkait pengadaan perlengkapan di rumah jabatan DPR.

KPK menyatakan ada lebih dari dua orang tersangka dalam kasus tersebut.
“Lebih dari dua orang tersangka,” ungkap Ali.

Dijelaskannya Ali, korupsi di ruang lingkup DPR itu terjadi pada proyek pengadaan di rumah jabatan DPR pada 2020.

Tersangka diduga melakukan sejumlah pelanggaran dalam pengadaan barang dan jasa tersebut.***

Editor: M Haidar

Sumber: KPK


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah