BMKG Ungkap Penyebab Bencana Banjir Bandang Lahar Dingin di Sumbar

- 14 Mei 2024, 22:29 WIB
Banjir bsndang lahar dingin di Sumbar
Banjir bsndang lahar dingin di Sumbar /Karawangpost/Foto/FB-@vony r

KARAWANGPOST - Bencana banjir bandang lahar dingin yang menerjang Sumatera Barat sejak Sabtu, 11 Mei 2024 malam mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia.

Selain Kabupaten Agam, banjir dahsyat itu juga menyebabkan tiga kabupaten lain terdampak, yaitu, Tanah Datar, Padang Panjang, dan Padang Pariaman.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia, Prof. Dwikorita Karnawati mengungkap penyebab banjir lahar dingin Sumbar. Ia menyebut, banjir bandang itu terjadi dari aliran sungai-sungai yang berhulu dari lereng atas Gunung Marapi.

Baca Juga: Dinyatakan Tidak Lolos Syarat Haji, Sebanyak 972 Jemaah Calon Haji asal Medan Gagal diberangkatkan

Baca Juga: BNPB Rilis Data Korban Meninggal Akibat Lahar Dingin di Sumbar Mencapai 50 Orang

"Lahar hujan terjadi karena endapan material hasil erupsi gunung Marapi yang terendapkan di lereng-lereng. Kemudian tersapu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," ujarnya.

Dwikorita Karnawati, mengungkapkan bahwa banjir bandang terjadi ketika air hujan tertahan endapan vulkanik di hulu sungai. Sehingga tidak mengalir ke hilir.

Akumulasi air hujan yang terlalu banyak menjebol endapan tersebut, kemudian membawa material vulkanik berupa campuran pasir, batu, dan kerikil.

Selain banjir lahar hujan, ia menyebutkan bahwa sejumlah daerah di Sumatera Barat juga mengalami longsor.

Halaman:

Editor: M Haidar

Sumber: BMKG


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah