Seorang Guru SD Dilantik Jadi Kepsek, Tapi Sekolahnya Tidak Ada

- 1 Oktober 2021, 06:46 WIB
Seorang Guru SD Dilantik Jadi Kepsek, Tapi Sekolahnya Tidak Ada
Seorang Guru SD Dilantik Jadi Kepsek, Tapi Sekolahnya Tidak Ada /Instagram/@azamwonggo

KARAWANGPOST - Publik kembali digemparkan kabar mengejutkan dari kisah seorang guru yang dilantik jadi kepala sekolah, namun saat dicek sekolah yang dimaksudkan tidak ada.

Dalam keterangan, sekolah tersebut terletak di daerah Warukapas Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Hal itu diketahui dari unggahan Instagram yang membagikan cerita ibunya yang mendapat sekolah fiktif saat baru dilantik jadi kepala sekolah.

Baca Juga: Tengku Tezi dan Tyas Mirasih Dikabarkan Selingkuh, Danisa Khairiyah: Aku Punya Bukti

Peristiwa tersebut diunggah melalui akun Instagran anak guru itu sendiri lewat akun @/azamwongo pada 27 September 2021.

"Selamat Malam Warga Sulawesi Utara
saya, Azam Alfarizi Wonggo. Sedikit cerita dari saya tentang ibu saya tadi malam. ceritanya Ibu saya ditelepon agar mengikuti pelantikan sekaligus pengangkatan sumpah kepala sekolah baru di JG Center Minahasa Utara, pada malam itu (Senin 27 September 2021)
sebelum mendapat panggilan untuk pelantikan, ibu saya diberitahukan untuk memasukkan berkas sebagai syarat untuk menjadi kepala sekolah," tulis @azamwonggo.

Baca Juga: Karawang Masuk Menjadi Prioritas Penanganan Kemiskinan Ektrem 2021

Melihat sekolah tersebut tidak ada, kemudian di hari selanjutnya pada Selasa, 28 September 2021, ia langsung menanyakan ke BKD (Badan Kepegawaian Daerah Minahasa Utara).

"Namun, sementara pelantikan berlangsung nama ibu saya dibaca sebagai kepala sekolah di SD Negeri Kecil Warukapas. Yang menjadi masalah di sini, Sekolah tersebut tidak ada sama sekali di daerah Warukapas Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (sudah dikonfirmasi langsung ke Hukum Tua Desa Warukapas)?" ungkapnya.

Baca Juga: Jadwal Trans TV Jumat 1 Oktober 2021, Ada Film American Renegades dan Djakarta 1966

"Kemudian tadi pagi (Selasa 28 September 2021) ibu saya pergi ke BKD (Badan Kepegawaian Daerah Minahasa Utara) untuk mengkonfirmasi hal tersebut, tetapi jawabannya sangat miris mereka mengatakan bahwa mereka saja baru mengetahui bahwa sekolah itu tidak ada keberadaannya," katanya.

Ia mengatakan bahwa BKD pun baru mengetahui bahwa sekolah itu tidak ada keberadaannya. Dan Guru tersebut harus menunggu 2-3 bulan ke depan untuk pelantikan selanjutnya.

Baca Juga: Indro Warkop DKI Angkat Bicara Soal Sketsa Warkopi

"Dan, ibu saya harus menunggu 2-3 bulan ke depan untuk pelantikan selanjutnya.
pertanyaannya "SIAPA YANG MENCIPTAKAN NAMA SEKOLAH TERSEBUT? ADA APA DENGAN PEMERINTAH? ADA APA DENGAN BKD?" tulisnya.

"Berbicara tentang syarat dan tanggung jawab, ibu saya sudah memenuhi syarat, ibu saya sudah berbakti selama 35 Tahun dan lulusan Sarjana Golongan IV A/Pembina. dan selalu mengajar di kelas 6 selama 30 Tahun lamanya, dan 5 Tahun di kelas 1 (tentunya tidak diragukan lagi ilmunya). Kami keluarga menuntut keadilan,"

"Karena menurut kami, ini adalah suatu penghinaan kepada seorang guru dan kami meminta kepada pemerintah untuk segera memproses pihak-pihak yang terkait dengan kejadian ini," katanya.***

Editor: Ali Hasan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah