Pemerintah RI Resmi Menutup Akses Luar Negeri Karena adanya Penyebaran Varian Baru Virus Corona

- 29 Desember 2020, 02:57 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi didampingi Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat Konferensi Pers di Kantor Presiden
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi didampingi Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat Konferensi Pers di Kantor Presiden /Humas Kemensetneg/

KARAWANGPOST - Pemerintah RI memutuskan untuk menutup sementara masuknya warga negara asing ke Indonesia sebagai upaya pencegahan adanya varian baru virus corona.

Adanya informasi ditemukannya strain atau varian baru virus corona yang menurut berbagai data ilimiah memiliki tingkat penyebaran lebih cepat.

"Rapat kabinet terbatas tanggal 28 Desember 2020 memutuskan untuk menutup sementara dari tanggal 1 sampai 14 Januari 2021 masuknya warga negara asing atau WNA dari semua negara ke Indonesia," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers pada Senin, 28 Desember 2020 di Kantor Presiden.

Baca Juga: Presiden: Natal Harus Menjadi Momentum Mewujudkan Kasih Tuhan untuk Saling Peduli

Bagi WNA yang tiba di Indonesia terhitung per tanggal 28 Desember hingga 31 Desember 2020 mendatang, diberlakukan aturan sesuai ketentuan dalam adendum Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 3 Tahun 2020.

Melalui ketentuan tersebut, WNA yang akan memasuki Indonesia diwajibkan untuk menunjukkan hasil tes RT-PCR dari negara asal dan melakukan pemeriksaan ulang setibanya di Indonesia.

Menunjukkan hasil negatif melalui tes RT-PCR di negara asal yang berlaku maksimal 2x24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau e-HAC (electronic health alert card) internasional Indonesia.

Baca Juga: Menkes Budi Harapkan Masyarakat Isolasi diri Minimal 5 Hari Setelah Pulang Liburan

Pada saat kedatangan di Indonesia, melakukan pemeriksaan ulang RT-PCR dan apabila menunjukkan hasil negatif, maka WNA melakukan karantina wajib selama lima hari terhitung sejak tanggal kedatangan.

Setelah melalui karantina selama lima hari tersebut, WNA akan melakukan pemeriksaan ulang dengan metode RT-PCR. Apabila memperoleh hasil negatif, maka pengunjung diperkenankan untuk meneruskan perjalanan.

Sementara itu, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 pasal 14, warga negara Indonesia (WNI) tetap diizinkan untuk kembali ke Indonesia dengan ketentuan adendum dari surat edaran yang sama dengan ketentuan yang berlaku untuk WNA.

Baca Juga: Waspada, 200 Orang di Karawang Meninggal Setelah Terpapar Covid-19

Para WNI yang akan kembali ke Indonesia juga diminta untuk menunjukkan hasil negatif melalui tes RT-PCR dari negara asal yang berlaku maksimal 2x24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan saat pemeriksaan kesehatan atau e-HAC.

Setibanya di Indonesia, Menlu menjelaskan, WNI juga harus melakukan pemeriksaan ulang dan karantina wajib selama lima hari sebelum kembali dilakukan pemeriksaan ulang dengan hasil negatif sehingga dapat meneruskan perjalanan.

Pada saat kedatangan di Indonesia, melakukan pemeriksaan ulang RT-PCR dan apabila menunjukkan hasil negatif, maka melakukan karantina wajib selama lima hari terhitung sejak tanggal kedatangan di tempat akomodasi karantina yang telah disediakan oleh pemerintah.

Baca Juga: Zona Merah Virus Corona, Pemkab Karawang akhirnya Berlakukan PSBM 

Setelah karantina lima hari, WNI melakukan pemeriksaan ulang RT-PCR dan apabila hasil negatif, maka diperkenankan meneruskan perjalanan,

Untuk diketahui, kebijakan penutupan sementara perjalanan WNA ke Indonesia ini dikecualikan bagi kunjungan resmi pejabat setingkat menteri dan tingkat di atasnya.

Baca Juga: Pasien Corona Melonjak Drastis, Hotel dan RS Rujukan Overload Tampung Pasien 

Kunjungan tersebut pun juga dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Kebijakan tersebut akan segera dituangkan dalam surat edaran baru Satuan Tugas Penanganan Covid-19.***

Editor: M Haidar

Sumber: Humas Kemensetneg


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah