100.051 Jemaah Haji akan Diberangkatkan pada Kloter Pertama 4 Juni 2022

- 25 April 2022, 02:43 WIB
Jemaah Haji di Masjidil Haram Makkah Arab Saudi
Jemaah Haji di Masjidil Haram Makkah Arab Saudi /Pexels/Konevi



KARAWANGPOST - Sebanyak 100.051 jemaah haji akan diberangkatkan pada kloter pertama penyelenggaraan haji tahun 2022.

“Setelah dua tahun, kita tidak memberangkatkan jemaah haji karena COVID-19, alhamdulillah atas ikhtiar dan doa kita semua, di tahun ini kita akan kembali memberangkatkan jemaah haji dengan kuota 100.051 jemaah dan 1.901 petugas,” ujar Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Minggu 24 April 2022.

Menag mengungkapkan, kloter pertama jemaah direncanakan akan diberangkatkan pada 4 Juni mendatang.

Baca Juga: Terjadi Erupsi Gunung Anak Krakatau Menimbulkan Letusan, Luncuran Material Mencapai Ketinggian 3000 Meter

Untuk itu ia meminta jajaran terkait untuk bekerja cepat dan cermat untuk mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji ini.

“Saya tidak mau ada yang santai-santai, sebanyak apapun pengalaman yang dimiliki dalam penyelenggaraan ibadah haji,” ujarnya.

Menag menegaskan, kecepatan dan kecermatan dalam persiapan penyelenggaraan haji harus dilakukan, mengingat ini adalah kali pertama Indonesia memberangkatkan jemaah haji pada masa pandemi.

Baca Juga: Jelang Idul Fitri Polres Karawang Musnahkan Puluhan Ribu Miras Dan Petasan Hasil Operasi Pekat Lodaya 2022

“Karena haji kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sejak beberapa hari lalu kita sudah bersusah payah untuk mendapatkan kuota haji, kali ini kita harus bersusah payah agar pelaksanaan haji bisa berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Menag.

Pemerintah bersama DPR telah menetapkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar jemaah haji tahun ini, rata-rata sebesar Rp39,89 juta.

Biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) atau biaya yang dibayar langsung oleh jemaah haji rata-rata per jemaah disepakati sebesar Rp39.886.009.

Baca Juga: Pemerintah Resmi Larang Ekspor Minyak Goreng Mulai 28 April 2022

"Ini meliputi biaya penerbangan, sebagian biaya akomodasi di Makkah dan Madinah, biaya hidup (living cost), dan biaya visa,” ungkap Menag usai Rapat Kerja Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu 13 April 2022 lalu.

Menag menjelaskan, Bipih merupakan salah satu komponen dari Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Komponen lain dari BPIH adalah biaya protokol kesehatan.

Tahun ini disepakati biayanya senilai Rp808.618,80 per jemaah. Komponen ketiga dari BPIH adalah biaya yang bersumber dari nilai manfaat keuangan haji yang disepakati sebesar Rp41.053.216,24 per jemaah.

"Jadi total BPIH tahun ini disepakati sebesar Rp81.747.844,04 per jemaah," jelas Menag.***

Editor: M Haidar

Sumber: Kemenag


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x