Kurangi Beban Impor, Pemerintah Integrasikan Perkebunan Tebu dengan Pabrik Gula

- 18 April 2024, 23:27 WIB
Menteri Pertanian  Andi Amran Sulaiman saat mengunjungi perkebunan tebu
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat mengunjungi perkebunan tebu /Karawangpost/Foto/Kementan-RI

KARAWANGPOST - Upaya untuk mengurangi beban impor gula nasional yang cukup besar pemerintah akan integrasikan perkebunan tebu dengan pabrik gula.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau perkebunan tebu di Kabupaten Merauke Distrik Tanah Miring, Papua Selatan, Rabu 17 April 2024 sebagai proyek strategis nasional.

Rencananya, kebun tebu ini akan terintegrasi dengan pabrik gula berskala besar untuk memenuhi kebutuhan gula dalam negeri.

Baca Juga: Batu Bara Indonesia Berpotensi Jadi Solusi Krisis Energi Nasional

Baca Juga: Pemerintah diminta Waspada Kenaikan Harga Minyak Dampak Konflik Iran-Israel

“Hari ini kita berada di kawasan proyek strategis nasional untuk tebu, rencana kita bangun 500 ribu hektare dan ini nanti yang bisa mengurangi import white sugar, raw sugar, dan seterusnya,” ujar Mentan Amran.

Proyek ini merupakan solusi permanen dalam meningkatkan kesejahteraan petani karena ke depan Indonesia tidak perlu bergantung pada kebijakan impor.

Selain itu, produksi dalam negeri juga akan meningkat seiring banyaknya pabrik yang berdiri di sejumlah daerah.

“Saya kira ini adalah solusi permanen untuk Indonesia. Kalau ini 500 ribu hektare jadi, ini adalah masa depan negara kita yang bisa mengurangi devisa kita yang digunakan untuk impor, juga meningkatkan kesejahteraan petani, kemudian menekan impor, kemudian kesejahteraan meningkat, devisa kita bertambah. Ini luar biasa,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: M Haidar

Sumber: Kementan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah