Aksi Gangster, Oknum Pejabat Karawang Culik, Siksa hingga Paksa Minum Air Kencing kepada Wartawan

- 20 September 2022, 08:49 WIB
Gusti Gumilar wartawan korban tindak kekerasan oknum pejabat Karawang
Gusti Gumilar wartawan korban tindak kekerasan oknum pejabat Karawang /Walean/



KARAWANGPOST - Aksi tindakan kekerasan terhadap dua jurnalis oleh oknum pejabat diduga kepala dinas  terjadi di Karawang.

Dua jurnalis media online di Karawang dikabarkan mendapatkan perlakuan biadad jauh dari nilai kemanusiaan.

Mirisnya hal tersebut dilakukan oleh oknum pejabat diduga kepala dinas yang merangkap beberapa jabatan di Pemkab Karawang.

Baca Juga: Pemerintah Dorong Petani Tanam Kedelai dan Berikan Jaminan Harga Lebih Baik agar Petani Tak Dirugikan

Gegera sebuah pemberitaan oknum tersebut melakukan tindakan penculikan, penyekapan hingga penganiayaan kepada wartawan bahkan dipaksa untuk minum air kencing.

Gusti Gumilar dengan kondisi psikis masih trauma melaporkan peristiwa kejam yang dialaminya ke aparat penegak hukum.

Didampingi puluhan wartawan Gusti melaporkan atas tindakan oknum pejabat Karawang tersebut ke Polres Karawang dengan nomor laporan STTLP/1749/IX/2022/SPKT.RESKRIM/POLRES KARAWANG/POLDA JAWA BARAT, Senin malam 19 September 2022.

Baca Juga: Fantastis! Gubernur Papua Lukas Enembe Setor Uang ke Kasino Judi Rp560 Milyar

Kepada awak media yang menemaninya, Gusti Gumilar pun menuturkan kronologis kejadian hingga penyiksaan yang dialaminya.

Usai acara launching Persika 1951 saya kebetulan masih distadion, saya dibawa keruangan yang dulu bekas kantor PSSI Karawang di Stadion Singaperbangsa, ruangan ditutup dan tidak boleh ada yang masuk selain orang-orang dia.

Megang hp pun komunikasi terbatas bahkan sampai sekarang hp saya disita oknum ajudan dan gak tau dimana. Saya disitu dipress ditanya Zenal dimana.

Saya mulai menerima pukulan dari kalangan suporter terus dia sendiri mencekoki saya dengan minuman keras.

Baca Juga: Sidang Komisi Etik Tolak Banding Ferdy Sambo, Irwasum Polri: Keputusan Bersifat Final dan Mengikat

Bahkan oknum pejabat berinisial itu untuk ketiga kali mencekoki saya dengan air kencing. Dia juga melakukan pemukulan dan penyikutan dikepala.

Kemaluan saya juga ditendang juga oleh oknum lainnya. Bahkan oknum tersebut juga melakukan pengancaman. Ada sekitar 4-5 orang yang memukuli saya saat itu.

Penganiayaan diterimanya dari malam hari sampai pagi. Ia sadarkan diri dan bisa pulang karena dijemput saudaranya. Ia diselamatkan ke salah satu kantor dinas. Dan baru pulang kerumah pukul 18:00 WIB, Minggu malam 18 September 2022.

Baca Juga: Jumlah Korban Banjir Pakistan yang Tewas Capai 1.545 Orang, Sebagian Besar Anak-anak dan Perempuan

"Saya dianggap provokasi, dan meng up soal jabatan kosong, dan sorotan saya lainnya mengenai launching Persika,” tegas Gusti.

Menurutnya, pelaku diduga tidak hanya oknum pejabat itu saja, namun ada oknum ajudan yang juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) Karawang.

Ada juga ancaman bahwa saya jangan buka LP, Kalau buka LP saudara saya diancam akan diberhentikan dan ada ancaman pembunuhan dengan mengatakan nanti anak saya jadi anak yatim. Dan disitu setahu saya ada sekitar 4-5 orang oknum PNS, dan saya kenal.

Baca Juga: Polisi Dalami Kebakaran Ilalang yang Menjadi Penyebab Kecelakaan Beruntun di Tol Pejagan Pemalang Jawa Tengah

Dijelaskan Gusti, penganiayaan yang diterimanya terpisah dengan Zenal yang juga merupakan seorang jurnalis.

Sambil menjemput Zenal kerumahnya pun, saya masih dianiaya di dalam mobil. Dan Zenal dijemput paksa itu, pukul 04:00 dini hari.

Ditempat yang sama Chandra Irawan selaku kuasa hukum korban meminta pihak kepolisian segera mengungkap kasus dugaan pemukulan dan penganiayaan terhadap wartawan.

"Tim kuasa hukum akan mengupayakan permohonan perlindungan saksi dan korban. Selain perlunya rehabilitasi atas psikologis korban," kata Chandra Irawan.***

Editor: M Haidar


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x