Ribuan Ogoh-ogoh Meriahkan Pawai Pengerupukan di Bali

- 10 Maret 2024, 21:50 WIB
Salah satu karya seni Ogoh-ogoh Bali
Salah satu karya seni Ogoh-ogoh Bali /Karawangpost/Foto/IG-@ogohogohgaleribali

KARAWANGPOST - Ribuan ogoh-ogoh diarak dalam pawai pengerupukan yang semarak di berbagai penjuru Bali pada Sabtu, 10 Maret 2024 malam.

Pawai ini menjadi tradisi tahunan yang menandai sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946. Ogoh-ogoh adalah boneka raksasa dengan bentuk yang menyeramkan, yang melambangkan sifat-sifat negatif dalam diri manusia.

Pawai ogoh-ogoh diiringi dengan musik gamelan dan tabuh-tabuhan yang meriah, dan diikuti oleh masyarakat yang mengenakan pakaian adat Bali.

Baca Juga: Destinasi Wisata Air Terjun Melati (ATM) Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah

Baca Juga: Destinasi Wisata Air Terjun Curug Cimanintin Tasikmalaya Jawa Barat

Suasana Semarak dan Antusiasme Tinggi
Suasana pawai pengerupukan di Bali sangatlah semarak dan penuh dengan antusiasme.

Masyarakat tumpah ruah ke jalan untuk menyaksikan pawai ogoh-ogoh yang diarak keliling desa. Para pemuda dengan penuh semangat mengarak ogoh-ogoh mereka, dan tak jarang mereka juga melakukan atraksi-atraksi yang menarik perhatian.

Makna dan Filosofi Pawai Ogoh-ogoh
Pawai ogoh-ogoh bukan hanya sekedar tradisi yang meriah, tetapi juga memiliki makna dan filosofi yang mendalam.

Ogoh-ogoh melambangkan sifat-sifat negatif dalam diri manusia, seperti keserakahan, kemarahan, dan kebodohan.

Halaman:

Editor: M Haidar

Sumber: Berbagai Sumber


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah