Tanpa Akses Permodalan Pelaku UMKM Kesulitan Bertahan di Tengah Persaingan Usaha

- 14 Maret 2024, 04:45 WIB
Ilustrasi - Perajin produk seni
Ilustrasi - Perajin produk seni /Karawangpost/Foto/Pixabay-Nika Cuores

KARAWANGPOST - Pemerintah harus memberikan kemudahan akses untuk memperoleh modal kepada para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui regulasi yang ajek.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi X DPR RI Nuroji dalam Rapat Kerja dengan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu 13 Maret 2024.

Menurutnya, tanpa upaya tersebut pelaku UMKM akan kesulitan bertahan di tengah gempuran persaingan usaha terutama impor yang semakin sengit.

Baca Juga: Ribuan Ogoh-ogoh Meriahkan Pawai Pengerupukan di Bali

Baca Juga: Destinasi Wisata Air Terjun Melati (ATM) Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah

 

Berdasarkan informasi terbaru dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan lebih dari 60 persen UMKM di Indonesia kesulitan mendapatkan pinjaman modal.

Padahal, UMKM berkontribusi sebanyak 61,9 persen terhadap perekonomian sekaligus menciptakan lapangan kerja paling besar dibandingkan sektor pariwisata lainnya.

“Ada puluhan juta UMKM di Indonesia. UMKM di tiap kota ataupun Kabupaten banyak hidup dari kemampuan mereka sendiri. Seharusnya negara melalui Kementerian harus bisa punya peran lebih di sini melalui segi regulasi terutama terkait permodalan,” tutur Nuroji.

Halaman:

Editor: M Haidar

Sumber: DPR


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah