PBB Menuding Taliban Targetkan Warga Sipil dalam Serangannya

- 12 Agustus 2021, 09:29 WIB
Kelompok Militan Taliban
Kelompok Militan Taliban /KarawangPost/Reuters/Stringer

KARAWANGPOST - Kelompok militan Taliban membantah telah menargetkan dan membunuh warga sipil selama serangannya ke pasukan pemerintah Afghanistan.

PBB mengatakan ada lebih dari 1.000 warga sipil tewas dalam sebulan terakhir dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengatakan bahwa sejak 1 Agustus terdapat sekitar 4.042 orang terluka dan dirawat di 15 fasilitas kesehatan.

Juru bicara Taliban, Suhail Shaheen, mengatakan mereka tidak menargetkan warga sipil dan rumah-rumah di wilayah manapun. Gerakan mereka dilakukan dengan sangat presisi dan hati-hati.

Baca Juga: Sandiaga Uno Kaget Anaknya Telepon Putri Tanjung, Begini Reaksinya!

Shaheen justru menyalahkan pasukan pemerintah Afghanistan dan pasukan asing atas kematian warga sipil.

Amerika Serikat membantah pernyataan Taliban.

"Ada, di mana pun Anda melihat, poin data yang meyakinkan, bukti, citra kekerasan, pertumpahan darah, potensi kekejaman yang dilakukan Taliban," ungkap juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price.

Baca Juga: Viral! Kafe Ucok Baba Dipalak Preman

"Kami telah melihatnya dengan mata kepala sendiri, dari beberapa rekaman yang muncul," kata Price.

Pihak Taliban menyarankan agar dilakukan penyelidikan yang lebih independen dan berusaha meyakinkan penduduk Afghanistan bahwa tidak ada rumah atau pun keluarga yang akan menghadapi ancaman.

Taliban mengusulkan agar sebuah tim yang terdiri dari PBB, ICRC dan kelompok bantuan lainnya menemani perwakilan mereka untuk melakukan penyelidikan yang tidak memihak.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Murka Hutan Bambu Dibabat Pengusaha, Dampaknya Mengerikan

Namun, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan misi Afghanistan untuk PBB di New York tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pasukan Afghanistan yang didukung AS menggulingkan Taliban dari kekuasaan pada 2001, karena menolak menyerahkan Osama bin Laden dari Al Qaeda setelah terjadi serangan pada 11 September 2001 di Amerika Serikat.***

Editor: Ali Hasan

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah